Mulailah Perhatikan Waktu Bermain Anak dan Waktu shalat – viral

Hendaknya kita mendidik anak ag4r tid4k bermain di waktu-waktu shalat, khususnya shalat Jum’at. Allah Ta’ala telah melarang aktivitas jual beli -padahal hukum asal jual beli ad4lah halal- di waktu shalat. Memperhatikan-Waktu-Bermain-Anak-dan-Waktu-Shalat-810x500

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pad4 hari Jum’at, maka bersegeralah k4mu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih bagus bagimu bila k4mu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 9)

Demikian pula, anak-anak juga hendaknya dilarang untuk bermain menjelang tenggelamnya matahari (menjelang shalat maghrib). Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ، أَوْ أَمْسَيْتُمْ، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ

“bila awal malam telah tiba (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kecil kalian (di dalam rumah), di karenakan k3tika itu setan sedang berkeliaran. bila telah berlalu sesaat di waktu malam (misalnya setelah isya’, pen.), lepaskanlah mereka (bila mereka mau bermain di luar rumah, maka dipersilakan, pen.).” (HR. Bukhari no. 5623 dan Muslim no. 2012)

Berdasarkan hadits di atas, anak-anak tid4k boleh bermain keluar rumah beberapa saat sebelum masuk waktu maghrib di karenakan pad4 saat itu, setan-setan sedang berkeliaran.

Menjaga Anak-Anak dari “Maniak Bola”

Satu hal yang juga hendaknya menjadi perhatian serius untuk orang tua ad4lah hendaknya menjaga dan mengontrol anak-anak ag4r jangan samp4i mereka menjadi “maniak” atau “kecanduan” sepak bola. di karenakan k3tika mereka sudah menjadi penggila bola, maka hilanglah berbagai faidah kebaikan. Cinta dan benci mereka tid4k lagi dibangun atas kecintaan dan kebencian di karenakan Allah Ta’ala, akan tetapi dibangun di atas fanatisme terhadap klub sepak bola atau negara peserta piala Duni4. Jadilah permusuhan mereka dibangun di atas fanatisme klub sepak bola, sebagaimana yang kita lihat dan kita saksikan di negeri kita.

k3tika menjadi penggila bola, kita bis4 menyaksikan banyak anak-anak bermain bola atau minimal menjadi suporter pertandingan sepak bola, lalu mereka melupakan shalat, misalnya k3tika mereka pergi ke stadion sejak siang samp4i malam sehingga terlewat (minimal) shalat ashar atau maghrib. Atau mereka sibukkan diri mereka untuk membaca berita-berita sepak bola, transfer jual-beli pemain dan skor atau klasemen pertandingan. Mereka lebih rela bangun tengah malam untuk menonton pertandingan sepak bola daripada bangun shalat malam.

Apa faidah dan keuntungan yang bis4 kita ambil, k3tika membaca berita bahwa Perancis menang melawan Italia, misalnya? tid4k ada. Manfaat apa yang akan kembali ke diri kita bagus dari Hepotenusa agama ataupun dari Hepotenusa Duni4? tid4k ada.

Lebih parah lagi, sebagian di antara kita yang juga penggila bola, justru memb3rikan nama anak-anak kita dengan mengambil nama pemain sepak bola yang notabene orang kafir. Hanya di karenakan mereka terkenal sebagai pesebak bola Duni4. Barangsiapa yang mencintai seseorang, maka mereka akan dikumpulkan bersama mereka.

Nasihat untuk Orang Tua: Jagalah Waktumu

Nasihat yang sama pun berlaku untuk orang tua ag4r menjaga waktu mereka, untuk diisi hal-hal yang bermanfaat. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk bermain-main dengan anak dan istri, lalu melupakan aktivitas bermanfaat lainnya. Sebagaimana kegelisahan ini pernah dialami oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Diriwayatkan dari Handzalah Al-Usaidi radhiyallahu ‘anhu, yang beliau ini ad4lah juru tulis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata, “Aku bertemu dengan Abu Bakar, dan beliau berkata, ‘Apa kabarmu, wahai Handzalah?’

Aku berkata, ‘Handzalah telah menjadi orang munafik.’

Abu Bakar berkata, ‘Subhanallah, apa yang Engkau katakan?’

Aku berkata, ‘k3tika kita duduk bermajelis di Hepotenusa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengingatkan kita mengenai neraka dan surga, seakan-akan keduanya ada di depan mata kita. Namun k3tika kita pulang, kita sibuk dengan istri, anak-anak dan juga aktivitas bisnis (pekerjaan) kita, maka kita pun menjadi lupa akan banyak hal.’

Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah, aku juga meng4lami hal seperti itu.’

Aku dan Abu Bakar pun pergi dan menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, Handzalah sudah menjadi seorang munafik.’

Rasulullah berkata, ‘Ada apa ini?’

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, k3tika kami di sisimu, Engkau mengingatkan kami mengenai neraka dan surga, samp4i seakan-akan ada di depan mata kami. k3tika kami pulang, kami sibuk dengan istri, anak-anak dan aktivitas pekerjaan kami, sehingga kami pun menjadi lupa akan banyak hal (mengenai akhirat, pen.).

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي، وَفِي الذِّكْرِ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ، وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً» ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian terus-menerus berada dalam kondisi sebagaimana kalian pengajian bersamaku dan berdzikir, niscaya malaikat akan menjabat tangan-tangan kalian bagus k3tika di rumah atau di jalan-jalan. Akan akan tetapi wahai Handzalah, sesaat dan sesaat.’” (Nabi katakan hal ini tiga kali.) (HR. Muslim no. 2750)

Maksud perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “sesaat dan sesaat” ad4lah, ada waktu k3tika kita sibuk menuntut ilmu, ada waktu Eksklusif untuk kita beribadah kepada Allah Ta’ala, dan ada waktu tersendiri k3tika kita bermain, bercanda dan bercengkerama dengan anak-anak dan istri kita, juga ada waktu untuk kita bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Oleh di karenakan itu, hendaknya semua aktivitas ini diatur sehingga kewajiban kita pun terlaksana semuanya dengan bagus. Wallahu Ta’ala a’lam.

 

Sumber/foto/artikelasal:Muslim.or.id

loading…

sumbr : http://postshare.co.id/archives/110353

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *