Hukum Minum Kencing Unta untuk Berobat – viral

Terdapat hadits yang menyebutkan suatu terapi pengobatan memakai kencing unta, tepatnya kencing unta tersebut dipadukan dengan susu unta, lalu diminum. Sebagaimana pad4 kisah dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan untuk minum air kencing unta bersama dengan susu unta.

Minum-Kencing-Unta-untuk-Berobat-01-810x500

sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain dan lainnya,

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺪِﻡَ ﺃُﻧَﺎﺱٌ ﻣِﻦْ ﻋُﻜْﻞٍ ﺃَﻭْ ﻋُﺮَﻳْﻨَﺔَ ﻓَﺎﺟْﺘَﻮَﻭْﺍ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫُﻢْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﻠِﻘَﺎﺡٍ ﻭَﺃَﻥْ ﻳَﺸْﺮَﺑُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﻮَﺍﻟِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻟْﺒَﺎﻧِﻬَﺎ ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘُﻮﺍ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺻَﺤُّﻮﺍ ﻗَﺘَﻠُﻮﺍ ﺭَﺍﻋِﻲَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺍﺳْﺘَﺎﻗُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﻌَﻢَ ﻓَﺠَﺎﺀَ ﺍﻟْﺨَﺒَﺮُ ﻓِﻲ ﺃَﻭَّﻝِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻓَﺒَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺁﺛَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺍﺭْﺗَﻔَﻊَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭُ ﺟِﻲﺀَ ﺑِﻬِﻢْ ﻓَﺄَﻣَﺮَ ﻓَﻘَﻄَﻊَ ﺃَﻳْﺪِﻳَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠَﻬُﻢْ ﻭَﺳُﻤِﺮَﺕْ ﺃَﻋْﻴُﻨُﻬُﻢْ ﻭَﺃُﻟْﻘُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺮَّﺓِ ﻳَﺴْﺘَﺴْﻘُﻮﻥَ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﺴْﻘَﻮْﻥَ

“Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tid4k tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya. Maka mereka pun berangkat Futuristis kandang unta, k3tika telah sembuh, mereka membunuh penggembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. setelah itu berita itu pun samp4i kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, k3tika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan ag4r mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pad4 pasir yang P4nas. Mereka minta minum namun tid4k diberi.”[1]

Kencing h3wan yang boleh dimakan hukumnya suci dan tid4k najis, oleh di karenakan itu kencing unta itu suci. Ibnul Qayyim rahimahullah jelaskan,

ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻘﺼﺔ : ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﻭﺍﻟﺘﻄﺒﺐ، ﻭﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺑﻮﻝ ﻣﺄﻛﻮﻝ ﺍﻟﻠﺤﻢ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﺎﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﺟﺎﺋﺰ،

“pad4 kisah ini terdapat dalil mengenai bolehnya berobat dan mel4kukan praktek pengobatan, dan juga menunjukan sucinya air kencing h3wan yang halal dagingnya. Berobat dengan yang diharamkan tid4k boleh.”[2]

Hala ini tidaklah mengherankan, di karenakan unta Allah ciptakan dengan banyak kelebihan. Allah berfirman,

ﺃَﻓَﻼَ ﻳَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇﻟٰﻰ ﺍﻷِﺑِﻞِ ﻛَﻴْﻒَ ﺧُﻠِﻘَﺖْ

“Tidakkah mereka melihat bagaimana unta itu diciptakan.” (al Ghasyiah: 17)

wajib menjadi perhatian penting bahwa kita tid4k boleh sembarangan atau asal-asalan meminum air kencing unta dan susu tanpa Dosis dan dosis yang tepat, serta lama terapinya. Dalam s3buah dijelaskan bahwa bahan-bahan pengobatan wajib ahlinya yang meracik dan meramu sesuai dosis ag4r menjadi obat. Sebagaimana Elaborasi dalam hadits berikut.

عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ: «إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ، ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّ

“Dari Sahabat Sa’ad mengisahkan, pad4 suatu hari aku menderita sakit, setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku, beliau meletakkan tangannya di antara kedua putingku, samp4i-samp4i jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. setelah itu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya engkau menderita penyakit jantung,temuilah Al-Harits bin Kalidah dari Bani Tsaqif, di karenakan sesungguhnya ia ad4lah seorang tabib. Dan hendaknya dia [Al-Harits bin Kalidah] mengambil tujuh buah kurma ajwah, setelah itu ditumbuh beserta biji-bijinya, setelah itu meminumkanmu dengannya.”[3]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu ramuan obat yang sebaiknya diminum, akan akan tetapi beliau tid4k meraciknya sendiri akan tetapi meminta sahabat Sa’ad radhiallahu ‘anhu ag4r membawanya ke Al-Harits bin Kalidah sebagai seorang tabib. Hal ini di karenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tahu ramuan obat dengan cara global aja dan Al-Harits bin Kalidah sebagai tabib mengetahui lebih detail komposisi, car4 meracik, kombinasi dan indikasinya.

Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullahu juga jelaskan bahwa pengobatan itu Bhineka tergantung penyakit dan keadaan serta wajib dosis yang tepat. Beliau berkata,

فقد اتفق الأطباء على أن المرض الواحد يختلف علاجه باختلاف السن والعادة والزمان والغذاء المألوف والتدبير وقوة الطبيعة…لأن الدواء يجب أن يكون له مقدار وكمية بحسب الداء إن قصر عنه لم يدفعه بالكلية وإن جاوزه أو هي القوة وأحدث ضررا آخر

“Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan suatu penyakit Bhineka, sesuai dengan Disparitas umur, kebiasaan, waktu, jenis m4kanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan dan daya tahan fisik…di karenakan obat wajib sesuai kadar dan jumlahnya dengan penyakit, bila dosisnya berkurang maka tid4k bis4 menyembuhkan dengan total dan bila dosisnya berlebih Bisa menimbulkan bahaya yang lain.”[4]

Kesimpulannya:

Air kencing unta itu suci dan halal, bis4 digunakan untuk berobat bersama dengan susu unta, akan akan tetapi wajib dosis yang tepat sesuai dengan penyakitnya. Dosis tersebut diramu oleh ahli pengobatan yang paham dengan hal ini.

 

Sumber/foto/artikelasal:Muslim.or.id

loading…

sumbr : http://postshare.co.id/archives/110351

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *